Upaya Mengentaskan Kemiskinan dalam Menunjang Pembangunan dan Ketahanan Nasional

Posted: August 4, 2012 in Artikel

Kemiskinan di Indonesia semakin memakan korban. Setiap tahun angka kemiskinan semakin meningkat. Banyak saudara-saudara kita di daerah yang menderita kelaparan dan busung lapar. Bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Oleh karena itu, kemiskinan merupakan masalah utama yang harus kita perangi dan atasi. Menurut pengamatan dan pemikiran penulis, permasalahan utama yang menyebabkan jutaan rakyat hidupnya semakin susah disebabkan oleh sistem pemerintahan di Indonesia yang buruk, yang menyebabkan ketidakstabilan keadaan perekonomian dan pembangunan Negara. Selain itu, para pemimpin, birokrat, dan aparat pemerintah yang tidak berakhlak dan telah bergeser dari nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai tersebut akan dijelaskan sebagai beikut.

              Pada Sila Pertama, yaitu para pemimpin, birokrat dan aparat pemerintah tidak lagi memikirkan yang baik dan yang benar, serta telah bergesernya nilai moral yang agamis menjadi nilai materil ke arah individualistik. Pada Sila Kedua, yaitu para pemimpin, birokrat, dan aparat pemerintah tidak memikirkan nasib rakyatnya, terutama rakyat yang kurang mampu. Mereka lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golongan dibandingkan dengan kesejahteraan rakyatnya. Pada Sila Ketiga, yaitu sistem pemerintahan yang hanya terfokus di DKI Jakarta saja. Sementara daerah-daerah lain di Indonesia kurang mendapat perhatian yang baik. Selain itu, kurangnya rasa kepedulian, persatuan, dan kesatuan aparat pemerintah untuk membantu rakyat yang membutuhkan bantuan. Pada Sila Keempat, yaitu pembangunan yang tidak memakai sistem kerakyatan untuk melibatkan sebagian besar rakyat atau kelompok kecil, dan adanya ketidakjujuran atau keterbukaan dalam pemerintahan yang dilakukan oleh para pejabat, aparat pemerintah dan birokrat. Misalnya terdapat banyak penyelewengan bantuan untuk rakyat korban Tsunami di Aceh, sehingga banyak sekali korban Tsunami yang nasibnya terkatung-katung, menderita kelaparan, terkena wabah penyakit, dan lain-lain. Pada Sila Kelima, yaitu adanya ketidakseimbangan atau keadilan antara para pejabat, aparat pemerintah, dan birokrat dengan rakyat dimana disalah satu pihak para aparat pemerintah semakin kaya dengan gaji puluhan bahkan ratusan juta rupiah sedangkan disisi lainnya banyak rakyat yang digaji dibawah Upah Minimum Regional (UMR).
                 Selain hal yang telah disebutkan di atas, yang menyebabkan jutaan rakyat hidupnya semakin susah juga disebabkan karena kurangnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Hal itu menyebabkan angka pengangguran semakin meningkat akibat tidak adanya keterampilan apapun yang mereka miliki. Sebagian dampak terbesarnya adalah mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin meningkat menyebabkan berbagai harga kebutuhan pokok meningkat pula, sehingga daya beli masyarakat menurun. Kemudian, terjadinya kelangkaan minyak tanah di berbagai daerah yang membuat mereka harus menggunakan gas LPG padahal harga gas LPG semakin mahal, banyak hasil alam yang merupakan sumber kehidupan manusia dieksploitasi secara besar-besaran oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi atau golongan, terjadinya kekeringan yang melanda areal pertanian yang berakibat para petani terancam gagal panen sehingga para petani menderita kerugian yang besar, terjadinya kebakaran hutan baik disebabkan oleh alam maupun manusia, terjadinya berbagai peristiwa bencana alam, seperti banjir, tanah longsor gunung meletus, gempa bumi, gelombang Tsunami, dan sebagainya yang memporak-poranda pemukiman penduduk, lahan pertanian, alam sekitar menjadi musnah, keadaan menjadi kacau-balau, dan sebagian besar aktivitas masyarakat menjadi lumpuh total. Kesemua hal-hal tersebut adalah sebab-sebab mengapa jutaan rakyat di Indonesia hidupnya semakin susah.
               Aspirasi yang dapat penulis sampaikan adalah seharusnya para pemimpin, aparat pemerintah, dan birokrat dapat bekerja sama dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi rakyatnya, karena mereka telah ditunjuk dan dipercaya oleh rakyat sebagai wakil rakyat untuk menjadi pemimpin mewujudkan keadilan sosial. Para pemimpin seharusnya dapat terbuka, peduli dan mau berbagi dengan rakyat, terutama rakyat yang membutuhkan. Adapun langkah awal yang dapat diambil adalah bagaimana caranya untuk mengatasi kemiskinan yang terjadi di masyarakat. Adapun caranya dengan memberikan berbagai bentuk bantuan, seperti bantuan bahan kebutuhan pokok, bantuan kesehatan dengan memberikan pos pelayanan kesehatan gratis di masyarakat, bantuan sumbangan pakaian yang masih layak pakai untuk mereka yang membutuhkan. Kemudian memberikan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada rakyat miskin secara merata. Tentunya diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, seperti para pemimpin, pejabat pemerintahan, birokrat, dermawan, relawan, dan sebagianya.
             Dalam hal ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat berperan penting dalam membasmi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). KPK harus bersikap tegas dalam mengadili kasus-kasus tindakan KKN yang terjadi di lingkungan pejabat-pejabat, aparat pemerintah dan konglomerat. Setelah itu, hartanya disita untuk pembiayaan kegiatan-kegiatan kemanusiaan, pembangunan, modal usaha, dan sebagainya demi kepentingan rakyat.
             Setelah langkah utama selesai, langkah selanjutnya adalah bagaimana caranya agar dapat menghasilkan dan meningkatkan kualitas SDM yang bermutu, yaitu dengan membangun sarana dan prasarana dalam bidang pendidikan, seperti mendirikan sekolah-sekolah yang biayanya tidak membebankan mereka, membuka kelas/sekolah terbuka untuk anak-anak jalanan, memberikan sumbangan berupa buku-buku pelajaran atau buku bacaan ke sekolah-sekolah, dan ke anak-anak jalanan yang membutuhkan. Memberikan keterampilan-keterampilan tertentu kepada rakyatnya yang membutuhkan sehingga program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang sedang pemerintah lakukan dapat menjadi akses untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Selain itu, seharusnya program pinjaman KUR dapat diperoleh dengan mudah, tanpa persyaratan tertentu. Hal tersebut dilakukan agar mereka dapat bangkit dari kebodohan dan kemiskinan. Sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran, dan akhirnya terbentuklah masyarakat madani.
             Solusi yang dapat penulis sampaikan adalah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa para pemimpin, aparat pemerintah, dan birokrat harus membuka mata, membuka hati dan sadar untuk berubah menuju nilai-nilai luhur Pancasila. Selain itu, mereka seharusnya juga mau memikirkan atau peduli dan mau berbagi dengan  rakyatnya yang kesusahan. Jadilah para pemimpin yang bermoral, baik, jujur, tidak melakukan KKN, mampu memegang dan menjalankan amanah yang diberikan, bersikap transparan/terbuka dengan rakyatnya. Jangan menjadi pemimpin yang silau  akan materil atau harta yang mau mementingkan kepentingan pribadi atau golongannya saja tanpa mau memperhatikan keadaan rakyat di sekitarnya. Dan senantiasa berjuang, bersatu dengan rakyatnya melawan kemiskinan, kebodohan dan keterpurukan menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.
              Kemudian untuk kita semua, gapailah pendidikan setinggi-tingginya dan belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bekal masa depan bangsa. Karena dengan pendidikan dan keterampilan merupakan modal utama dalam menghasilkan SDM yang berkualitas. Selain itu dengan pendidikan, mari kita lahirkan mental generasi penerus bangsa yang bermoral, bebas korupsi, inovatif dan mau memikirkan masa depan bangsanya. Dengan melahirkan generasi yang bermoral, maka akan cenderung untuk tidak melakukan Korusi Kolusi dan Nepotisme (KKN), bersikap jujur, adil, bijaksana, terbuka, serta mau membantu rakyatnya yang kesusahan.
             Dengan melahirkan generasi yang inovatif, maka diharapkan mampu mengatasi berbagai persoalan-persoalan, seperti mencari sumber-sumber alternatif, contohnya meskipun rakyat tidak mampu membeli kebutuhan pokok seperti beras, maka dengan mudah memanfaatkan alam Indonesia yang kaya akan sumber bahan makanan yang kemudian diolah menjadi bahan makanan pengganti beras. Selain itu,  generasi yang inovatif juga mampu mengatasi ketersediaan BBM yang semakin menipis dan terjadinya kelangkaan minyak tanah di berbagai daerah dengan mencari energi alternatif seperti solar cooker sebagai pengganti kompor. Air, biogas, dan biodiesel sebagai bahan bakar kendaraan, dan sebagainya.
              Dengan generasi penerus bangsa yang cerdas dan mau memikirkan masa depan bangsanya, maka diharapkan mampu menghasilkan tenaga-tenaga ahli untuk dapat mengolah alam, hasil-hasil tambang, minyak bumi dan gas di Negara kita ini untuk kemakmuran rakyat. Dan juga, dengan mudah mereka akan mendapatkan pekerjaan yang layak dan mampu membuka lapangan pekerjaan baru agar rakyat sekalian dapat bekerja pula untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka masing-masing sehingga pengangguran, dan kemiskinan di Indonesia akan berkurang.
               Oleh karena itu, mari kita semua menginstropeksi diri kita masing-masing, membuka mata dan hati kemudian bercermin apakah kita mau mengubah nasib kita ke arah yang lebih baik dan apakah kita semua mau untuk terus hidup seperti ini. Ayo, bersama-sama seluruh rakyat Indonesia kita bulatkan tekad dan berjuang mewujudkan Indonesia yang merdeka, Indonesia yang menjadi impian bersama, dan Indonesia yang memberi harapan lebih baik untuk kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s