Kapan Bangsa ini Bisa Maju?

Posted: August 18, 2012 in Opini

Judul yang saya ajukan di atas bukanlah sebuah pertanyaan yang pesimistis, melainkan sebuah pertanyaan yang mengajak kita semua untuk melihat pada realita yang ada pada saat ini.

Kemenangan Obama dalam pemilu pekan lalu (04/11/08) merupakan sebuah refleksi keberhasilan Amerika Serikat (AS) dalam menciptakan situasi pemilu yang sangat demokratis pada sebuah negara maju atau negara sejahtera (welfare state).

Pertanyaannya adalah, apakah bisa pemilu di Indonesia mengadopsi keberhasilan demokratisasi di AS sekarang ini???… Jawabnya bukan “tidak” melainkan “belum”, dengan demikian masih ada kemungkinan demokrasi kita akan berlangsung seperti apa yang kita lihat di AS sekarang ini. Hemmm……rasanya masih teramat panjang perjalanan bangsa kita untuk menuju ke arah sana.

Saya jadi teringat ketika mengikuti kelas mata kuliah “Hukum dan Pembangunan” yang disampaikan oleh salah satu dosen favorit saya di Universitas Indonesia (UI) beberapa tahun yang lalu, yakni Prof. Erman Raja Gukguk, S.H., LL.M., Ph.D., yang juga mantan Wakil Sekretaris Kabinet (Wasekab) pada era pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri.

Inti dari pertanyaan dan jawaban beliau adalah: “Mengapa perkembangan bangsa kita seperti jalan ditempat? Tak pernah bisa maju, bahkan seperti mengalami kemunduran?” Jawabnya adalah: “Karena bangsa kita ini terlampau terburu-buru, semuanya ingin diraih sekaligus dalam waktu yang bersamaan !!!…”.

Sementara itu menurut Profesor A.F.K. Organski (The Stages of Political Development, New York: Knopf, 1965), untuk mencapai sebuah bangsa yang maju (welfare state) idealnya harus melalui tiga tahapan perkembangan politik, tahap yang pertama adalah harus melalui sebuah proses yang disebut dengan era “unifikasi”, yakni merupakan proses penyeragaman suku-suku ataupun ras-ras yang berbeda-beda dan majemuk hingga menjadi satu tujuan (ter-integrasi). Dari sisi hukum, ciri-ciri pada era ini biasanya ditandai dengan keberadaan Undang-Undang (UU) yang mengatur masalah otonomi, UU yang mengatur masalah sistem dan prosedur, dan UU lainnya yang terkait dengan masalah integrasi bangsa dan negara.

Selanjutnya, setelah ter-integrasi dan memiliki satu tujuan, baru bisa memasuki tahapan selanjutnya yakni negara pada era “industrialisasi”, dimana mulai berpikir untuk menghasilkan sebuah alternatif kecanggihan teknologi modern dan menghilangkan model kerja konvensional yang sudah tidak efektif dan efisien lagi untuk digunakan. Dari sisi hukum, ciri-ciri pada era ini biasanya ditandai dengan keberadaan UU Kepailitan, UU Perusahaan Terbatas, UU Pasar Modal dan UU terkait lainnya yang terkait dengan industrialisasi.

Sedangkan tahap yang terakhir adalah tahapan dimana sebuah negara mulai memasuki era negara maju atau negara sejahtera (welfare state) yang merupakan cita-cita setiap negara didunia ini. Dari sisi hukum, ciri-ciri pada era ini biasanya ditandai dengan keberadaan UU Hak Cipta, UU Perlindungan Anak, UU Perlindungan Konsumen, UU Perlindungan Buruh, dan lain sebagainya.

Dalam Encyclopedia Americana, maksud dari welfare state adalah “a form of government in which the state assumes responsibility for minimum standards of living for every person“, yakni merupakan sebuah bentuk pemerintahan, di mana negara dianggap bertanggung jawab untuk menjamin standar hidup minimum bagi setiap warga negaranya.

Saat negara sudah memasuki era welfare state, rakyat akan menikmati pelayanan dari negara, diantaranya dalam bidang kesehatan melalui program asuransi kesehatan, sekolah gratis sampai sekolah lanjutan atas, bahkan di Jerman saat ini rakyatnya bisa sekolah gratis sampai jenjang universitas.

Selain itu penghidupan yang layak dari sisi pendapatan dan standar hidup juga menjadi perhatian utama, sistem transportasi yang murah dan efisien, orang yang menganggurpun akan dijamin oleh Negara. Kondisi tersebut sudah bisa kita lihat pada Negara-negara di Amerika Utara dan Eropa Barat.

Jika kita kaji lebih dalam lagi, masing-masing tahapan tersebut memiliki rentan waktu yang tidak sebentar, bahkan hingga mencapai satu abad lamanya. Sebagai ilustrasi, kita lihat negara AS, sebelum akhirnya mereka mencapai era negara maju atau negara sejahtera (welfare state) seperti saat ini, mereka telah melalui tahap-tahapan era tersebut berabad-abad lamanya.

Di Amerika, era “unifikasi” dimulai sejak akhir abad ke-17, tepatnya saat AS lepas dari koloni Inggris di tahun 1776, dimana pada masa tersebut masih banyak terjadinya peperangan (perang saudara) untuk mempersatukan wilayah AS hingga menjadi satu wilayah kesatuan.

Memasuki pertengahan abad ke-18, Amerika mulai memasuki era “industrialisasi”, yang ditandai dengan ditemukannya beberapa kecanggihan teknologi modern yang kemudian menggantikan teknologi konvensional.

Setelah sukses melewati tahapan “unifikasi” dan menjadi sebuah negara industri, akhirnya sejak awal abad ke-19 AS tinggal menikmati jerih payah hasil industrinya dan mulai memasuki era negara maju atau negara sejahtera (welfare state).

Melalui analogi tersebut, sekarang mari kita mulai melakukan analisis terhadap negara kita, Indonesia. Jika kita perhatikan, era “unifikasi”, “industrialisasi” dan “welfare state” yang hanya bisa tercapai dengan berurutan dan perjuangan berabad-abad lamanya, ingin diraih dalam waktu yang singkat dan kalau bisa bersamaan atau “simsalabim, habra kadabrah……jadi !!!…” oleh kita, hasilnya? Bisa kita lihat kondisi negara kita saat ini. Dari sisi hukum sendiri, hampir semua UU yang menjadi ciri utama dari tiga tahapan tersebut sudah kita miliki.

Bisa kita bayangkan kekacauan yang terjadi, yakni disaat kita sedang memperjuangkan untuk menegakkan UU Hak Cipta, UU Perlindungan Konsumen, dan UU lainnya yang biasanya hanya terdapat pada negara sejahtera (welfare state), kita harus menghadapi dis-integrasi bangsa diberbagai daerah, seperti di Aceh, di Ambon, di Poso dan diberbagai pelosok lainnya di negeri yang katanya “Bhineka Tunggal Ika !!!…” ini.

Sementara itu, disaat kita sedang mencoba untuk menjadi sebuah negara “industrialisasi” yakni dengan ikut-ikutan memproduksi sebuah kecanggihan teknologi dengan membuat pesawat terbang misalnya, kita harus berhadapan dengan demonstrasi besar-besaran dari masa yang menuntut persamaan hak dan taraf hidup minimum, pendidikan gratis dan lain sebagainya.

Apa yang salah dengan bangsa kita???….Mengapa kita tak pernah bisa selangkah lebih maju dari negara lain???… Mengapa perkembangan bangsa kita serasa jalan ditempat, bahkan seperti mengalami kemunduran???…Jawabnya sederhana sekali, “kita jangan terlampau terburu-buru dan harus tetap bersabar untuk melalui tahap-tahapan seperti yang sudah disampaikan diatas”.

Disisi lain, kondisi ini merupakan dilema yang mau tidak mau harus kita hadapi, dimana kita harus tetap mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern dan canggih, dan kalau kita tidak bertindak dengan cepat, kita pasti akan tertinggal jauh dibelakang. Ya, ini adalah sebuah konsekuensi yang akan diterima oleh setiap negara dunia ketiga dimanapun berada, termasuk di Indonesia.

Eitss…tunggu dulu, mungkin kita semua masih ingat, dulu banyak orang-orang dari Malaysia yang ingin melanjutkan kuliah di Indonesia, sekarang kondisinya terbalik kita yang ingin melanjutkan kuliah disana!…Bagaimana jadinya??? Ini adalah salah satu contoh konkrit lambatnya perkembangan bangsa kita.

Artinya tidak relevan kalau lambatnya perkembangan bangsa kita disebabkan oleh karena kita adalah salah satu dari negara dunia ketiga tersebut! Bagaimana dengan Malaysia???…., Bagaimana dengan India???……di Kawasan Asia Tenggara, dari sisi pendapatan perkapita Indonesia termasuk negara yang tertinggal jika dibandingkan dengan Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand. Saat ini kita terpaksa harus bersaing dengan Vietnam, Filipina dan Pakistan yang harusnya berada jauh dibelakang kita!…

Disaat kita masih terlelap tidur, mereka sudah terjaga dari tidurnya, disaat kita terjaga dari tidur, mereka sudah mulai berjalan, disaat kita baru mulai berjalan mereka sudah berlari, dan disaat kita mulai berlari mereka sudah terbang!!!…..bagaimana kita bisa melewatinya??

Ini merupakan sebuah gambaran keterpurukan perkembangan bangsa kita yang seakan tak pernah berujung !!!….Sampai kapan bangsa dan negara yang kita cintai ini bisa maju, seperti AS misalnya???…..Ingat ini semua merupakan tantangan yang juga akan dihadapi oleh saya, anda, dan kita semua!!!….Mulailah berpikir dari sekarang, bagaimanakah kecepatan kita bisa melebihi mereka yang saat ini sudah melesat terbang???…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s