Archive for December, 2012

Bagi seorang muslim, dunia adalah tempat ujian dan ladang pahala. Cobaan yang diberikan oleh Allah kepada para hamba-Nya bermacam-macam bentuknya, salah satunya dengan ketidak sempurnaan fisik. Sebagai seorang Muslim, cobaan tersebut hendaknya disikapi dengan hati yang sabar dan ikhlas. Sebab di balik kekurangan, Allah pasti memberikan kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.

Adalah Syaikh Ammar Bugis, pria lumpuh berdarah Makassar yang lahir di Amerika Serikat, 22 Oktober 1986. Nama Bugis diambil dari nama kakek buyutnya yang berasal dari Sulawesi, Syeikh Abdul Muthalib Bugis. Beliau hijrah dari Sulawesi ke Mekkah dan mengajar Tafsir di Masjidil Haram.

Syaikh Ammar lumpuh total sejak usia 2 bulan, hanya mata dan mulutnya yang masih berfungsi, walau nada bicaranya agak tidak jelas. Itu semua tak mengurangi semangatnya untuk hidup dan berarti.
Luar biasa, ditengah keadaan yang serba mustahil, Ammar sudah hafal 30 juz Qur’an sejak usia 11 tahun dalam waktu 2 tahun saja. Tentunya ini adalah kelebihan yang sangat jarang dimiliki oleh anak-anak zaman sekarang.
Mengawalai nasihatnya dihadapan para dosen dan mahasiswa LIPIA Jakarta, Syaikh Ammar mengomentari sebuah pepatah yang mengatakan bahwa akal yang selamat hanyalah terdapat pada badan yang sehat, menuurutnya hal ini kurang tepat. “Selama ini kita mendengar pepatah bahwa akal yang selamat itu terdapat pada badan yang sehat, padahal semestinya adalah akal yang selamat hanyalah terdapat pada hati yang sehat,”kata Ammar mengawali nasihatnya. Hal ini, kata Ammar, terdapat didalam hadits “Jika sepotong daging itu baik, maka baiklah seluruhnya. Ketahuilah bahwa ia adalah hati. Saat beliau menceritakan kesabaran dan ketelatenan ibunya dalam mengurus dan menjaganya sehingga ia saat ini menjadi seorang hafidz Al Quran, para mahasiswa yang hadir menangis tersedu-sedu, bahkan ada beberapa dosen yang bertakbir keras sambil menangis menjerit.
Beliaupun menyayangkan banyak kaum muslimin yang memiliki fisik sempurna tapi hatinya tidak sesempurna fisiknya.“Banyak diantara kita yang memiliki fisik sempurna, tapi hatinya tidak sesuai dengan fisiknya, “katanya.

Beliaupun menyarankan kepada para Mahasiswa agar giat menghafal Al Quran dan jangan mudah putus asa. “Hafalkan Al Quran, lakukan dengan ayat-ayat yang pendek terlebih dahulu, sayapun dulu melakukannya demikian, sampai waktu itu saya bisa menghafal satu juz dalam sehari,” ujarnya.
Setelah kurang lebih satu jam, ceramah di tutup, tiba-tiba seorang dosen dan pakar Ushul Fiqih asal mesir, DR. Azazi menemuinya dan mencium keningnya. Ahmad Aris, seorang mahasiswa Fakultas Syari’ah yang mendengarkan ceramah beliau, menangis terharu dan merasa termotivasi oleh nasihat Syaikh Ammar.

“Alhamdulillah, ini motivasi yang sangat luar biasa, saya merasa malu terhadap beliau, kondisi saya yang sempurna fisik ini masih belum bisa apa-apa,” kata Aris saat dihubungi gema islam, Rabu malam (26/12).

SIKAP kritisnya terhadap logika keberadaan Tuhan membawanyanya pada atheisme di usia remaja. Namun, kekalahan logikanya oleh Alquran sepuluh tahun kemudian membimbing profesor Matematika ini pada Islam, agama yang pernah hadir dalam mimpinya.

***

“Ayah, apakah surga itu benar-benar ada?” Jeffrey Lang kecil bertanya kepada ayahnya saat berjalan-jalan bersama anjing peliharaannya di pantai, sekitar 50 tahun lalu.

Kini, Jeffrey adalah seorang profesor Matematika yang memperoleh gelar master dan doktor dari Purdue University, West Lafayette, Indiana pada 1981. Pertanyaan yang pernah dilontarkannya saat masih kanak-kanak itu kini terjawab sudah. Dosen dan peneliti di Universitas Kansas Amerika Serikat ini menemukannya dalam Islam, 32 tahun lalu.

Lahir pada 30 Januari 1954 di Bridgeport, Connecticut, Jeffrey dibesarkan di tengah keluarga dan lingkungan Katolik Roma. Selama 18 tahun pertama dalam hidupnya, ia belajar di sekolah-sekolah Katolik, di mana ia bertemu pendeta dan teman-teman dari latar belakang agama yang sama.

Hidup di lingkungan Katolik tak begitu saja menjadikan Jeffrey seorang pemeluk agama yang taat. Sikap kritis yang dimilikinya sejak kecil justru menjauhkannya dari agama keluarganya itu. Diskusi-diskusi yang dibangunnya dengan orang tua, pendeta sekolah, dan teman-teman sekolahnya tak pernah berhasil menjawab pertanyaannya tentang keberadaan Tuhan.

“Pada masa itu, aku sudah mulai banyak bertanya tentang nilai-nilai kehidupan, baik secara politik, sosial, maupun keagamaan. Aku bahkan sering bertengkar dengan banyak kalangan untuk memperdebatkan hal itu, termasuk dengan pemuka gereja Katolik,’’ tulisnya dalam salah satu buku tentang perjalanannya menemukan Islam.

Menjelang kelulusannya dari sekolah Notre Dam Boys High, saat usianya 18 tahun, Jeffrey merasa kebuntuan logika tentang Tuhan hanya menyisakan satu pilihan baginya; menjadi atheis. Sang ayah yang marah dengan pilihan Jeffrey berkata, “Tuhan akan membuatmu tertunduk, Jeffrey.”

Ucapan ayahnya benar-benar terjadi. Jeffrey tertunduk dan bersimpuh di hadapan Tuhan pada suatu malam, dalam sebuah mimpi.

Dalam mimpinya, Jeffrey berada di dalam sebuah ruangan kecil yang tenang dan hening. “Tak ada perabot apapun, tidak juga hiasan apapun di dindingnya yang berwarna putih keabuan. Hanya ada karpet bermotif dengan warna dominan merah dan putih menutupi lantai ruangan,” katanya.

Jeffrey menambahkan, dirinya tak sendiri di dalam ruangan itu. Ia dan beberapa orang lainnya berada dalam beberapa barisan. “Aku ada di barisan ketiga. Tak ada perempuan di sana, hanya laki-laki. Kami semua duduk di atas tumit-tumit kami, menghadap sebuah jendela kecil yang membawa cahaya yang terang benderang ke dalam ruangan.”

Jeffrey merasa asing karena tak mengenal siapapun, namun melakukan gerakan ruku’ dan sujud bersama dan seirama. “Tenang sekali, seolah seluruh suara dimatikan,” katanya. Masih dalam mimpinya, di tengah keheningan itu, Jeffrey tersadar bahwa mereka dipimpin seseorang yang berdiri paling depan di bagian tengah ruangan. “Ia berada di sisi kiriku, tepat di tengah ruangan, terpisah dari barisan.”

“Aku hanya sempat melihatnya sekilas, pria itu memakai jubah panjang putih. Di kepalanya terdapat sebuah kain putih dengan motif merah. Saat itulah aku terbangun dari mimpiku.”

Mimpi itu berulang kali menghampiri Jeffrey di sepanjang 10 tahun kehidupan tanpa Tuhan yang dijalaninya. Karena sama sekali tak mengerti, Jeffrey mengabaikannya. Hanya saja, satu hal yang tak dilupakan Jeffrey, “Aku selalu merasa nyaman setiap terbangun dari mimpi aneh itu.”

***

Sepuluh tahun kemudian, di hari pertamanya mengajar di University of San Fransisco, Jeffrey bertemu seorang mahasiswa Muslim di kelas Matematika yang diampunya. Dalam rentang waktu yang cukup singkat, Jeffrey telah menjalin pertemanan dengan mahasiswa Muslim itu, juga keluarganya. Keduanya sering berbincang dan berdiskusi, namun tak pernah membahas soal agama.

Hingga pada suatu waktu, salah seorang keluarga mahasiswa Muslim itu memberi Jeffrey sebuah salinan Alquran. Karena tak sedang mencari agama, dan sebagai seorang ateis, Jeffrey membacanya dengan berbagai prasangka di otaknya.

Jeffrey pun segera terlibat dalam apa yang disebutnya pergulatan. “Alquran menyerangku secara langsung dan personal, mengkritik, mempermalukan, dan menantangku.

Sejak awal, kitab itu menorehkan garis peperangan, dan aku berada di wilayah yang berseberangan,” katanya.

“Anda tidak bisa hanya membaca Alquran. Tidak akan bisa jika Anda melakukannya dengan serius. Pilihannya (ketika Anda membaca Alquran) adalah, pertama, Anda telah menyerah padanya atau, kedua, Anda menantangnya.”

Jeffrey kewalahan. Ia kebingungan. “Aku menderita kekalahan parah. Karena saat membacanya, sangat jelas kurasakan bahwa Penulisnya (Allah SWT) mengetahui tentangku lebih baik daripada aku mengenal diriku sendiri,” ujarnya takjub.

Ketakjuban itu bertambah. Ketika Jeffrey memunculkan pertanyaan dan sanggahan baru dalam otaknya setiap selesai membaca Alquran hingga bagian tertentu, ia segera memperoleh jawabannya saat meneruskan bacaannya. “Seolah Penulis kitab itu membaca pikiranku.”

“Alquran selalu berada jauh di depan pemikiranku. Ia menghapus rintangan yang telah kubangun bertahun-tahun lalu dan menjawab semua pertanyaanku,” katanya. Semakin keras ia mencoba melawan dengan sanggahan dan pertanyaan, semakin jelas ia memperoleh kekalahan dalam pergulatan itu. “Aku dituntun ke sebuah sudut di mana hanya ada satu pilihan.”

***

Tahun 1982, Jeffrey mendapati sejumlah kecil mahasiswa Muslim memanfaatkan sebuah ruangan kecil di basement gereja untuk shalat. Ia memberanikan diri mengunjungi tempat itu pada suatu hari. Setelah beberapa jam di ruangan kecil itu, Jeffrey keluar dengan sebuah identitas baru; Muslim.

Ia telah bersyahadat di sana, beberapa saat menjelang tengah hari. Memasuki waktu Dzuhur ia berbaur dan berdiri dalam barisan bersama para mahasiswa, dipimpin seorang bernama Ghassan. Jeffrey menunaikan shalat pertamanya.

Jeffrey terlarut dalam setiap gerakan shalat yang diikutinya. Saat menyelesaikan gerakan sujud dan melakukan duduk iftirasy, Jeffrey melihat ke arah depan dan melihat Ghassan. “Ia berada di sisi kiriku, di tengah-tengah di depan sana, di bawah jendela yang menghujani ruangan dengan cahaya. Ia terpisah dari barisan, mengenakan jubah putih, dengan selendang putih bermotif merah di kepalanya.”

“Mimpi itu!,” teriaknya dalam hati. Setelah berhasil meyakinkan dirinya bahwa ia tak sedang bermimpi, Jeffrey disergap rasa hangat yang mendamaikan hatinya.

Ia berlutut dengan kening menyentuh lantai. Bagian tertinggi raganya yang penuh dengan berbagai pengetahuan dan intelektualitas berada di titik terendah, dalam sebuah penyerahan total kepada Allah SWT. Pipi Jeffrey basah oleh air mata.

Nah, Bagaimana dengan kita yang sudah memeluk Islam?

hormati ibu karena setiap doanya adalah jalan kesuksesan buat anaknya,
hormati ibu karena setiap ucapanya adalah doa buat kita,

hormati ibu karena setiap jengkal nafasnya selalu berdoa tuk kebaikan anaknya,
hormati ibu karena ia selalu menginginkan yang terbaik tuk anaknya,

hormati ibu karena setiap doanya adalah jalan kemudahan buat keberhasilan anaknya,hormati ibumu jika ingin selamat dunia akherat, hormati ibumu nak, karena karma itu selalu ada,  hormati ibu karena ridho Allah ada pada ridhonya,

Aku ingat sebuah pepatah ”Seorang ibu bisa mengurus sepuluh orang anak,

tapi sepuluh orang anak belum tentu mampu mengurus seorang ibu” . Aku termenung sendirian dikamarku, diusiaku yang beranjak dewasa, aku merasa belum pernah sekalipun membahagiakannya.

“Ibu sudah bahagia melihat anak-anak ibu berhasil” kata beliau suatu kali ke

tika aku menanyakan apa yang bisa aku perbuat untuk membuatnya bahagia. ”Melihat kamu dan kakak-kakakmu bisa mencari uang sendiri dan kamu bisa rukun dengan saudara-saudaramu, itulah kebahagian ibu” Aku teringat kakak-kakaku, alhamdulillah mereka semua sudah mempunyai penghasilan sendiri, hanya adikku yang masih kuliah.

Kasih anak sepanjang jalan, kasih ibu sepanjang hayat . Apapun yang sudah kita buat belum apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang telah diberikan pada kita.Ya Alloh , curahkan kasih sayang-Mu pada kedua orang tuaku, teramat khusus untuk ibu. Allahummaghfirlanaa wali-waalidainaa warhamhumaa kamaa rabbayanii shaghiiraa. Amiin

Untuk Ibunda tercinta, I always love you.

Ketika pagi hari yang cerah. awan terlihat indah, di tengah menghirup udara segar. Tiba-tiba terdengar suara petir menyambar. tanpa kita duga dan kita bayangkan membuat kita terhenyak. Begitulah musibah, cobaan dan ujian hadir tanpa mengetuk terlebih dulu. Kehadirannya tanpa kita duga. Membuat hati hancur dan perih bagai teriris sembilu. Dalam kesendirian ditemani dengan kesedihan. Kesedihan adalah teman yang tidak pernah kita harapkan. Kemana pun kita pergi, dia selalu mengikuti kita. Menunggu dengan setia, menoreh luka. Dada terasa perih seperti teriris-iris. Pikiran tidak mampu lagi jernih. Apapun yang dirasakan, dilihat, didengar semuanya menusuk hati.

Bila kita ditimpa kepedihan seolah di hadapan kita terhalang oleh batu yang besar. Kemana pun kita melihat yang nampak hanyalah batu itu. Tidak dapat dapat melangkah ke depan karena terhalang. Walau kita berusaha untuk menyingkirkan, batu itu tetap tegak dan kokoh. Kita kemudian menyerah sehingga kita tidak dapat untuk bergerak melangkah, tidak dapat menatap ke depan, tidak lagi bisa berpikir jernih dan kemudian putus asa.

Bila anda merasakan sedemikian maka anda memerlukan pertolongan. Hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja, Kepedihan tidak akan hilang dengan sendirinya. Kesedihan tidak akan hilang ditelan waktu jika anda menyimpan di dalam hati. Sikap anda tidak banyak membantu bila menyalahkan orang lain, berprasangka buruk, marah dan dendam. Kita diciptakan sebagai makhluk yang sempurna, kesan hebat, kuat, sanggup menyelesaikan segala masalah namun begitu tertimpa musibah dan cobaan kita baru tersadar bahwa kita lemah. Hati tergetar hebat, rapuh dalam kesedihan yang bisa menyebabkan menuju lembah kebinasaan.

Menangislah! Bila memang diperlukan untuk menangis. menangislah di hadapan Allah, keluarkan segala keluh kesah. Jangan ditahan dan disimpan dalam hati. Keluarkan semuanya bersama dengan air mata anda yang mengalir. Jika anda telah selesai menangis, menghapus air mata yang menetes di pipi. Di tengah sajadah membentang, anda akan merasakan nikmatnya kesendirian dan ketenangan hati tiada tara. Semua masalah dan beban anda telah mengalir keluar bersamaan dengan air mata sehingga yang ada hanyalah diri anda dan kasih sayang Allah.

 

 ‘Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati. Padahal kamulah yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran : 139).

Ya Allah Alhamdulillah hamba bersyukur terhadap semua nikmat yang telah Engkau berikan Ya Allah, sampai detik ini hamba masih bisa menghirup udara, merasakan hangatnya terik matahari, dinginnya udara malam hari, begitu banyak pula pengalaman hidup yang telah dilalui, namun belum bisa memastikan apakah hambamu ini sudah bisa secara maksimal mengambil manfaat dari semua yang telah dilalui, namun dengan senantiasa berjiwa besar dan bersyukur akan apa yang telah hamba alami meski secara sadar terkadang hati ini merasa protes atas apa yang tidak sesuai dengan keinginan,

 

Ya Allah hamba tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada diriku dan keluargaku di hari esok, terkadang rasa optimis dan keraguan silih berganti menghinggapi diri, tapi hamba harus melawan keraguan akan kegagalan dengan mengingat-Mu dan tak hentinya menadahkan tangan memohon kemurahan- Mu Ya Allah akan pertolongan dalam menjalani kehidupan disaat ini dan dimasa depan.

Semoga kau ijabah setiap kebaikan diri dan keluarga besarku, teman dan sahabat terbaikku serta semua Ummat-Mu Ya Rabb,, kulepas rasa iri, dengki serta dendam yang menerpa diriku aku meyakini hal itu menjadikan aku lebih dewasa dan bijak dalam menhgadapi hidup di dunia ini.

Kebahagiaan datang maka disaat itu juga hambamu merasakan kekhawatiran, karena hamba mempercayai Ya Allah bahwa hidup senantiasa berputar, namun kekhawatiran itu harusnya langsung tergantikan dengan mengingatMu Ya Rabb untuk mendapat ketenangan dari kekhawatiran yang menghinggapi sampai akhirnya hamba bisa merasakan kebahagiaan dengan tanpa lupa diri, bahkan hamba juga harus mengajak yang lain untuk merasakan kebahagiaan yang telah kurasakan, pun begitu jika kesedihan menerpaku, hamba pernah merasakan betapa
diri ini seperti manusia yang tersial, ternista di dunia ini namun hal itu cepat kutepis dengan mohon ampunanMu Ya Rabb, sehingga hamba mendapatkan ketenangan dan melupakan kesedihan yang menerpa sehingga tidak seorangpun yang tahu bahwa hamba sedang dalam kesedihan yang amat sangat, Ya Allah jadikan aku orang yang senantiasa dalam jalan keridhoan-Mu, amin Ya Allah

“Jika rasa ujub menghinggapi aktifitasmu, maka lihatlah keridhaan siapa yang kau harapkan, pahala mana yang kau suka, sanksi mana yang kau benci. Maka jika engkau memikirkan satu di antara kedua hal ini, niscaya akan hadir di depan matamu apa yang sudah kamu lakukan.”

”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. 2:186)

Rasul bersabda, “Seorang muslim yang berdoa, memohon pada Allah, dia tidak memohon sesuatu yang berdosa, dan tidak dalam keadaan memutuskan tali shilaturrahim, maka Allah akan memberi salah satu dari tiga kemungkinan. Pertama, doa itu dikabulkan. Berikutnya, doa yang dipanjatkan disimpan oleh Allah untuk (kebaikan) hari kiamat kelak. Kemungkinan terakhir, Allah akan menjauhkan orang tersebut dari keburukan.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Allah juga mengingatkan (QS. 2:216) bahwa boleh jadi kita membenci sesuatu, padahal ia amat baik buat kita, dan boleh jadi kita mendambakan sesuatu, padahal ia amat buruk bagi kita. Carilah sisi positif dari tiap apa yang kita hadapi. Maka tetaplah sabar dan bersyukur. Bukankah selama ini Allah telah memberi nikmat yang sangat banyak? Allah cinta pada orang yang bersabar atas cobaan dan bersyukur atas nikmat yang diberi.

Semoga bermanfaat…

Perpindahan Kalor Pendidihan dan Aliran Dua Fase

Oleh : Mahasiswa Pascasarjana DTM-FTUI 2012, dibawah bimbingan Raldi A. Koestoer dapat diunduh secara gratis!!!

pada alamat dibawah ini:

Boiling Heat Transfer (4shared)

atau disini Aliran dua Fase (Box sharing)

buku 2 faSE

Apabila anda mengalami problem dalam mengunduh buku ini, Silakan kontak

1. Helmi Dadang : helmidadang@yahoo.com

2. Ali Sungkar : alisungkar_tm09@yahoo.com

3. Raldi A. Koestoer : koestoer@eng.ui.ac.id

Semoga bermanfaat bagi mahasiswa S1, S2 dan S3 serta peneliti di bidang Perpindahan  Kalor Pendidihan dan Aliran Dua fase.

Potensi Indonesia Menjadi Negara Adi Kuasa Dunia
Indonesia adalah negara yang kaya. Kaya akan kekayaan alam, kaya akan sumber daya, kaya akan budaya, kaya akan bahasa, tapi juga kaya akan masalah. Ya, kaya akan masalah. Memang jika kita membicarakan masalah-masalah yang ada di Indonesia tidak akan pernah ada habisnya. Satu masalah belum selesai, muncul lagi masalah lainnya. Padahal jika diamati, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu negara adi kuasa di dunia menandingi Amerika Serikat ataupun Rusia. Gak salah? Tentu saja tidak!
Indonesia bisa menjadi negara besar dunia dan menguasai beberapa sektor-sektor penting perindustrian dunia, seperti sektor ekonomi, politik, teknologi, ataupun sektor olahraga. Sebenarnya Indonesia sudah memiliki modal untuk menjadi negara besar dunia, dengan rincian sebagai berikut :
Penduduk Terbanyak Ke 4 Dunia
Indonesia adalah negara dengan penduduk terbesar ke 4 di dunia. Ada lebih dari 200 juta orang yang tinggal di Indonesia. Tentu dari jumlah sebanyak itu, ada orang-orang yang memiliki tingkat kepintaran yang tinggi yang jumlahnya tidak sedikit. Disini pemerintah seharusnya berperan untuk menemukan dan mengarahkan orang-orang tersebut untuk membawa harum nama Indonesia di kancah Internasional. Namun tampaknya pemerintah malah menelantarkan mereka. Dampaknya, mereka pun pindah ke luar negeri dan meraih kesuksesan di sana. Banyak ilmuwan ataupun peneliti Indonesia yang pindah ke negara-negara Eropa seperti Jerman atau Prancis dan sukses di sana. Mereka merasa lebih dihargai dibandingkan dengan di Indonesia.
Banyaknya Talenta Olahraga yang Berbakat
Potensi Indonesia Menjadi Negara Adi Kuasa Dunia
Sebenarnya di Indonesia banyak talenta berbakat di bidang olahraga. Dengan modal lebih dari 200 juta penduduk, seharusnya tidak sulit untuk mencari bibit-bibit di bidang olahraga. Nyatanya, Indonesia ‘hanya’ merajai bidang olahraga bulutangkis. Ya, ‘hanya’ bulutangkis yang tingkat kepopulerannya di kancah internasional tidak terlalu besar. Itupun dulu. Sekarang Indonesia terseok-seok di bulutangkis di bawah bayang-bayang China, Korea Selatan, bahkan Malaysia. Lalu bagaimana dengan bidang olahraga populer seperti sepakbola, basket atau tenis? Jangan harap! Antusiasme akan sepakbola di Indonesia sebenarnya sangat tinggi. Bakat-bakat muda yang ada pun juga banyak. Namun sekali lagi, pihak-pihak yang berwenang tidak mampu mengelolanya dengan baik. Keegoisan beberapa pihak dalam memperebutkan kekuasaan semakin memperparah pesepakbolaan Indonesia. Padahal beberapa negara-negara tradisi sepakbola seperti Belanda, Italia, ataupun Spanyol memiliki jumlah penduduk yang tidak sampai setengah penduduk di Indonesia.
Pemandangan yang Eksotis
Potensi Indonesia Menjadi Negara Adi Kuasa Dunia
Indonesia merupakan negara kepulauan dan memiliki banyak kawasan perairan. Banyak tempat wisata di Indonesia dengan pemandangan-pemandangan yang indah. Bali dengan pantai-pantainya yang indah sudah terkenal di mata dunia. Raja Ampat, Papua dengan pemandangannya yang indah bahkan dijuluki sebagai surga dunia yang hilang. Taman Laut Bunaken memiliki banyak spesies air yang tidak ditemukan di tempat lainnya. Masih banyak lagi yang lain. Seharusnya Indonesia bisa memanfaatkan semua itu untuk meraup devisa yang lebih besar. Namun, faktanya pengelolaannya masih belum maksimal.
Tambang Emas Terbesar Dunia
Potensi Indonesia Menjadi Negara Adi Kuasa Dunia
Bicara soal sumber daya alam, Indonesia nyaris memiliki semuanya. Namun sekali lagi, pemerintah tidak mampu mengelolanya. Di Papua misalnya, ada penambangan emas dan tembaga terbesar dengan kualitas terbaik di dunia yang bernama PT Freeport. Keuntungan yang diraih dari penambangan tersebut bisa mencapai lebih dari kisaran trilliun. Tapi Indonesia malah mengabaikannya. Justru pihak Amerika yang memiliki teknologi penambangan yang mengelolanya. Hasilnya, 99% keuntungan diterima Amerika dan Indonesia hanya meraup 1% keuntungan saja. Ya, 1% saja. Belakangan juga ditemukan uranium di penambangan Freeport yang harganya 10 kali lipat lebih mahal daripada emas. Uranium ini juga bisa digunakan untuk membuat pembangkit listrik tenaga nuklir.
Cadangan Gas Alam Terbesar
Potensi Indonesia Menjadi Negara Adi Kuasa Dunia
Indonesia juga memiliki cadangan gas alam terbesar di dunia yang berada di blok Natuna. Jumlah cadangan gas alam yang besar seharusnya bisa dikelola dengan baik untuk kepentingan negara. Namun, sekali lagi perusahaan dari luar negeri, Exxon Mobil yang mengelolanya. Pertamina hanya bertugas membantu sebagian saja.
Kekayaan Bawah Laut yang Melimpah
Potensi Indonesia Menjadi Negara Adi Kuasa Dunia
Letak Indonesia yang berada di antara dua samudera, Hindia dan Pasifik, membuat Indonesia memiliki wilayah laut yang luas. Kekayaan bawah laut Indonesia juga melimpah. Banyak spesies terumbu karang atau spesies ikan yang hanya bisa ditemui di Indonesia. Lagi-lagi Indonesia tidak mampu mengelolanya dengan baik. Masih banyak nelayan-nelayan asing yang menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia. Ironisnya, pemerintah Indonesia diam saja dan tidak berbuat apa-apa.
Kekayaan Hutan yang Melimpah
Potensi Indonesia Menjadi Negara Adi Kuasa Dunia
Luas hutan tropis di Indonesia mencapai 40 juta hektar. Dan ini merupakan yang terbesar di dunia. Hutan-hutan tersebut tersebar di wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi dengan keanekaragaman hayati dan plasmanutfah yang terlengkap. Bumi sangat bergantung dengan hutan-hutan di Indonesia untuk menyeimbangkan iklim. Jika kesemua hutan itu ditebang, bukan tidak mungkin keseimbangan iklim di Bumi akan terganggu dan manusia tidak akan bisa bertahan hidup lagi. Kini, jumlah pohon di hutan-hutan Indonesia mulai berkurang. Banyak pengusaha yang menebangnya untuk dijadikan lapangan golf atau perusahaan.
Beragamnya Suku Bangsa dan Budaya Daerah
Potensi Indonesia Menjadi Negara Adi Kuasa Dunia
Indonesia memiliki lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia dan bahasa daerah terbanyak di dunia, yaitu lebih dari 500 ragam bahasa dan dialek. Indonesia juga memiliki banyak kebudayaan daerah, mulai dari tarian, lagu daerah, alat musik, senjata, hingga ritual daerah. Ironisnya, jumlah orang Indonesia yang melestarikannya semakin sedikit. Banyak orang Indonesia yang lebih tertarik dengan kebudayaan luar. Akibatnya, banyak budaya-budaya Indonesia, seperti Tari Reog Ponorogo, Tari Kecak dan lain-lain, yang diklaim oleh negara tetangga. Dan lagi-lagi pemerintah Indonesia tidak bertindak tegas untuk mengatasi pengklaiman budaya oleh negara lain ini.
Itu semua merupakan modal yang sudah dimiliki Indonesia untuk menjadi negara adi kuasa yang disegani dunia. Namun semuanya hanya sebatas modal yang tidak digunakan dengan baik. Faktanya Indonesia memang memiliki peranan penting di dunia. But come on! Indonesia bisa lebih dari ini.
Jika sudah begini, masyarakat Indonesia harus ikut berpartisipasi demi kemajuan bangsa. Seluruh lapisan masyarakat harus ikut untuk memanfaatkan dan mengelola sumber daya yang ada dengan baik. Generasi muda harus menjadikan kegagalan sebelumnya sebagai pelajaran untuk memimpin Indonesia ke depannya.
Jika semua sumber daya yang ada di negeri ini bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia akan menguasai sektor-sektor industri dunia. Bukan tidak mungkin Indonesia memiliki kemajuan teknologi menandingi negara-negara Eropa. Bukan tidak mungkin Indonesia memiliki ilmu komputerisasi yang canggih menandingi Jepang. Bukan tidak mungkin Indonesia memiliki tim sepakbola yang hebat menandingi Brazil. Bukan tidak mungkin Indonesia menjadi pusat perfilman dunia menandingi Hollywood. Bukan tidak mungkin Indonesia menguasai sektor-sektor ekonomi dunia. Bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi pemimpin forum-forum dunia. Dan bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi negara adi kuasa menandingi Amerika dan Rusia. Ya, semua memang mungkin.  Jayalah Indonesiaku!